crunching munching carterpillar

October 28th, 2008 by arelbabe

liliana imago: ada ulat yang gendut
liliana imago: kerjanya makan daun2 yang fresh n juicy
Nikolaus Tan: hhh
liliana imago: trus dia ketemu lebah
liliana imago: dia lihat lebah terbang..dia pengen
liliana imago: lebah bilang dia dak bisa, dia khan dak punya sayap
liliana imago: dia pasrah
liliana imago: iya ya dak isa…kata ulat
liliana imago: dia ketemu burung gereja
liliana imago: burung terbang, dia pengen
liliana imago: burung bilang, kamu gendut
liliana imago: kamu dak bisa terbang
liliana imago: kamu harus ringan seperti bulu
liliana imago: iya..ya..pikir ulat
liliana imago: terakhir, dia ketemu kupu2
liliana imago: duh, aku pengen bisa terbang
liliana imago: kupu2 bilang, mungkin SUATU HARI kamu bisa
liliana imago: ya..aku harap, kata ulat
liliana imago: musim dingin datang
liliana imago: ulat bungkus tubuhnya dengan daun
Nikolaus Tan: hhh, asyik ce, serasa masih kecil, wkwkwkwk (masa kecil kurang bahagia)
liliana imago: dia tidur lamaaaaaaaaa
Nikolaus Tan: terus2 ?
liliana imago: trus, dia bangun, dia dak pengen makan seperti dulu
liliana imago: dan dia merobek daun yang jadi selimutnya
liliana imago: e, dia punya sayap
liliana imago: e, dia jadi ringan
liliana imago: dan dia terbang
liliana imago: ternyata dia seekor kupu2
liliana imago: hehe
liliana imago: si ulat gendut yang suka makan berubah jadi kupu2 cantik
Nikolaus Tan: hhh

Nikolaus Tan: moral ceritanya bagus

liliana imago: susah cari cerita anak yang moralnya bagus
liliana imago: :(
Nikolaus Tan: seru ce
Nikolaus Tan: hhh
Nikolaus Tan: koyok ceritane
Nikolaus Tan: elang dan anak ayam
Nikolaus Tan: anak angsa dan ayam

kaka suka cerita ini…

suaranya lebah kalo terbang gimana? bzzzz..zz…bzz…

kalo carterpillar makan daun yang juicy and fresh suaranya gimana?…kress..kriuk..kress..kriuk..kriukk

kalo kaka sabar, WAKTUNYA akan tiba kaka bisa merangkak ke depan ya ma..

(kaka inginnya merangkak ke depan tapi selalu mundur)

iya:)

capturing in kaka’s 5 moths old life

Bookmark and Share

BEING MOTHER = LOOSING FREEDOM?

August 9th, 2008 by arelbabe

Hahaha..

Pasti ada yang jawab ya, ada juga yang jawab tidak.

Komitmen untuk menjadi ‘full time mom” artinya kalau aku di rumah, baby sama aku full, tentu mempengaruhi jadwal hidupku.

Pagi-pagi bangun, bersiap-siap, berberes-beres, biar pas baby-nya bangun bisa langsung kutemani. Sekarang, jadwal baby sudah relatif lebih cocok dengan kami (papa-mamanya). Pagi-pagi sekitar jam 4, baby bangun untuk minum susu, jam setengah 7, bangun lagi untuk minum susu, nah, setelah jadwal minum susu yang terakhir ini, aku bisa langsung ke kamar mandi. Habis mandi, aku bisa ’sarapan kecil’ – minum kopi/teh dan makan kue kesukaanku, sambil baca majalah/buku..ugh..kenikmatan sebelum berstatus mama yang masih bisa kunikmati. Baby tidur sama papanya, sampai jam 10, hahaha (baby-ku tidur sampai siang begini sejak dia pindah dari box bayinya ke tempat tidur besar papa-mamanya).

Nah, waktu ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, waktu ini juga yang kupakai untuk fitnes, berangkat ke gym dua kali seminggu (kalo lagi berangkat ke gym, butuh bantuan pembantu untuk memberi minum susu yang jam setengah 7 dan menemani baby sebentar). Rutinitas lain di pagi hari, baca alkitab, menyimpan cucian bersih (pembantu yang mencuci dan setrika), menyiapkan botol susu bersih, membuang sampah, meminta pembantu atau diri sendiri menyiapkan makan pagi sekaligus siang kami. Terakhir, menyiapkan air mandi untuk baby dan papanya.

Baby bangun, kadang perlu minum susu dulu (bila baby menunjukkan tanda-tanda lapaarrr, hahaha) lalu baby kumandikan. Of course habis mandi (bila belum minum sebelumnya), baby minta minum susu (lambung bayi biasanya cukup kuat menahan lapar 3-4 jam saja, hahaha) Kadang baby kembali tidur, kadang minta bermain, kadang baby minta “ikut kerja”, hahaha, sehabis baby mandi adalah waktuku untuk menyiapkan keperluan baby yang mau dibawa ke rumah mertua (baby stay sesiangan di rumah mertua), artinya minta “ikut kerja” adalah baby minta digendong, so karena aku perlu menyiapkan berbagai keperluan itu dengan tetap menggendong baby, aku sebut baby minta “ikut kerja”, hm…ini toh yang dialami oshin (serial TV populer jaman kuno, ingat khan?, oshin selalu gendong bayi sambil bekerja)

Begitulah, acara terakhir kami di rumah adalah makan pagi setengah siang, biasanya baby bersama papanya, kalau aku menyiapkan makan pagi sendiri. Setelah makanan siap, kami perlu bantuan pembantu menemani baby, atau baby tidur-tiduran di keretanya, kami taruh di ruang makan…hehehe, nemani papa-mamanya makan. Pembantu kuminta cepat-cepat bereskan kamar dan urusan RT lain yang belum selesai. Lalu kami berangkat, kadang diantar suami, lebih sering (karena suami janjian ketemu klien), super mama yang nyetir, hehehe.

Di rumah mertua, baby dijaga pembantu, ada juga ipar yang kerja dari rumah, so, aku cukup bisa berangkat kerja dengan tenang (hehehe, tetap nelepon satu dua kali dari tempat kerja ke rumah)

Aku kerja jam setengah 1 – setengah 9 malam. Sampai detik terakhir sebelum berangkat kerja, aku akan menemani baby. Sebelum berangkat, aku selalu pamit dan memastikan baby tahu mama akan berangkat kerja, dan mama akan merindukannya dan mama berharap dia akan nyaman seharian dan kami akan bertemu lagi di malam hari, mama pasti datang menjemput. Sebelum berangkat, aku berdoa dan memohon berkat untuknya.

Pulang rumah, baca catatan harian baby, aku minta pembantuku mencatat aktivitas baby, minum susu, eek, muntah, biar aku tahu gimana seharian baby, sambil nanya gimana hari ini, dak pernah nanya, apa baby rewel, karena dia dak rewel, baby sangat menyenangkan, setiap pulang, senang sekali mendengar cerita mereka yang di rumah, baby bermain, tertawa-tawa dan perkembangan yang terjadi, mereka merasa senang menemaninya dan memujinya anak yang pintar.

Menjemput baby di malam hari pertama-tama cukup membuatku kuatir, apalagi setiap hari, tapi sejauh ini baik keadaannya.

Di rumah, seringnya baby kembali bangun, minum susu. Biasanya di jam 10 malam (karena aku dak biasakan pembantuku melakukan hal ini) aku akan membantu baby belajar angkat kepala, noleh kiri-kanan, tengkurep, seru..pakai ngiler-ngiler, hakakakaka.

Jam 12 biasanya baby minum susu lagi, suamiku biasanya ngajak baby bermain, tertawa-tawa, ada satu doa harapan suami yang menurutku sangat menarik, biasanya suamiku memegang kepala bayi dan bilang, pinter-manis..pinter-manis, lalu memegang dadanya dan bilang, baik hati-lembut..baik hati-lembut.., memegang kakinya dan bilang, sehat-kuat..sehat-kuat, memegang tangannya dan bilang, suka menolong, lalu memegang seluruh tubuh dan bilang, cinta Tuhan.

Setelah itu baby akan tidur sampai jam 4 nanti dan kembali ke permulaan cerita..

Hari minggu, satu-satunya hari libur (hari sabtu aku kerja setengah hari), wah, kami seharian di rumah..asyik…santai bersama..keluar jam setengah 5 untuk kebaktian di gereja dekat rumah, baby selalu ikut beribadah, stt, dia sangat khusyuk, alias tidur sepanjang kebaktian, hakakaka.

Biasanya, kami keluar makan sama keluarga suami hari minggu malam, baby juga selalu ikut. Mau pergi ke pesta, mau ke rumah teman, mau ke rumah saudara, mau pergi ketemu orang, mau ngerayakan party teman, mau keluar makan malam karena dak masak, baby pasti ikut, selama tempatnya aman, tidak jauh, baby pasti ikut.

Kalau pergi ke tempat yang menurut penilaian kami dak aman, aku akan menitipkannya pada mertua, kalau mertua ada kepentingan, kami reschedule.

Kalau aku mau pergi sama teman, hehehe, aku memastikan suami ada di rumah, menemani baby.

So, kembali ke awal..being mother = loosing freedom?

Kupikir tidak juga, baby itu individu yang benar-benar punya pengertian dan bisa bernego sebagaimana individu dewasa.

Pagi ini, aku berangkat kerja pagi (banyak kondangan, 08-08-08), semalam, aku bilang “baby, besok mama berangkat kerja pagi, baby bangun pagi ya, mama mandikan” and she do it…she is so lovely:)

Some conclusions :

  1. Aku belajar bahwa sekalipun menjadi mama, aku tetap seorang isteri, so, waktu untuk suami adalah sebuah kemewahan yang perlu terus diusahakan

  2. Aku belajar bahwa suami adalah partner terbaik yang Tuhan berikan untuk membesarkan anak (bukan pembantu, bukan suster, bahkan bukan mama kita sendiri, atau mama mertua)

  3. Aku belajar bahwa baby itu individu yang mampu diajak bernegosiasi:)

  4. Being mother = loosing freedom? hahaha, tentu tidak, baby adalah individu dan bisa bernegosiasi dengan baik, jadi kita (mommies) pasti bisa mengatur jadwal yang pas dan dak kehilangan kebebasan…selamat menjadi ibu!

captured at kaka’s (my baby) 2 months old life

Bookmark and Share

ternyata dak semudah yang kupikir semula

May 2nd, 2008 by arelbabe

salah satu saat teduhku minggu ini,

aku baca surat titus, nasihat-nasihat paulus, pasal 2,

2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

dalam hati aku bilang, ah sederhana banget:)

mengasihi suami (belum punya anak nih)

hidup bijaksana dan suci

rajin mengatur RT

baik hati dan taat kepada suami

hm, dak ada tuntutan yang sulit (suombong abis de, pagi itu)

suamiku laparr..dan aku terlalu malas untuk masak, hiks..hiks..ternyata baik hati sama dia susah juga ya, suamiku capek, dan aku terlalu malas untuk mijeti..

hahaha, tidak ada Firman yang terlalu sederhana, aku menemukan keterbatasanku..

besoknya, aku bertobat, aku masakin ayam goreng garing, nyam..nyam..enak lho:) (bangga) hahaha, beda tipis antara ayam goreng gosong dan ayam goreng garing…ah..bener enak kok:D

Bookmark and Share

one month left

April 25th, 2008 by arelbabe

baby will arrive soooonnn…

kami berharap bayi kami akan lahir tanggal 25 mei 2008…sebulan lagi…pas di hari anniversary kami yang ke-13 :D

sebenarnya tidak berat membawa-bawa bayi ini, sekalipun sudah 8 bulan usia kandungan saat ini tapiiiiii dak sabar menunggunya lahir tuh lho…wah, bener2 mengganggu…daily aku bilang ke suami, "ahh…bulan depan dia di sini (di atas ranjang) bukan di sini (di perut)"

persiapannya banyak,

1. belanja untuk baby

beli hanya yang utama, dak boleh beli macem2, hanya karena lucu:D

belanja-belanja ini lumayan hemat karena ada aja yang dengan murah hati memberi (dapet dari punya keponakan, punya anaknya teman, dibeliin mama, dibeliin mertua, ada juga yang beli sendiri kok, namanya calon papa-mama, tetap terlibat beliin anak)

puji Tuhan, semua yang utama sudah siap..jadi kalo aku ditanyain sama keluarga, "mau dikasih apa? hm…bagaimana kalo emas ato angpao aja?" hakakakakaka…kalo sama teman, lebih sopan, "buku atau mainan aja" intinya sama, jangan dibelikan perlengkapan baby de, menurutku belanjanya dah cukup dan baby khan cepat besar, sayang dak kepake.

2. persiapan papa-mama

doakan ya, baby mau dilahirkan normal nih, anaknya sudah diajari, "nanti ‘meluncur’ ya nakk", hahaha (sejak bulan ketujuh, baby udah di posisi siap meluncur, tidur tengkurep jadi bokongnya di puser mama), mamanya sudah baca2 dan nonton video proses melahirkan, papanya siapin dana dan siapin nama..

lainnya, persiapan moril dan materiil..hahaha, salah satu persiapan menanti bayi adalah buat budget keuangan keluarga yang lebih ketat, ada kebutuhan tambahan, biasanya kalo berdoa "Bapa kami yang di sorga…berikanlah makanan kami yang secukupnya", sekarang ada tambahan, dan susu untuk baby..hehehe..baby juga sudah mulai belajar berharap pada Tuhan:)

3. mengisi hari-hari menunggu..

-masuk bulan ke sembilan ini, pengen foto dengan perut gendut,

-trus inget ngisi "diary si baby" (doa, perkembangan baby, perasaan kami, persiapan, berkat, macem2), trus, apa ya..

-perhatian lebih sama suami/suami perhatian sama isteri (nanti khan perlu berbagi sama baby)

-ngajak baby terlibat dalam ritme hidup kami

-kerja tetep (baru berencana cuti nanti tanggal 20an, hehehe)

-kegiatan, sebisa mungkin diikuti dan kasih tahu aku "cuti" dan cari pengganti (prediksiku 3 bulan pertama kehadiran baby akan menyita waktu, dak bakal isa terlibat macem-macem)

-makan lebih banyak (lebih laper),

-ke dokter lebih sering,

-ketemu keluarga (mumpung belum di rumah aja 3 bulan nanti)

-jalan-jalan (suami minta dak usah setir sendiri..jadi kalo ada yang nyetir, ikutt)

-packing barang yang mau dibawa ke rumah sakit

-survey harga susu formula (plan ASI ekslusif 3 bulan pertama:D), apalagi ya,

-baca-baca informasi sebanyak mungkin soal baby (kebanyakan dari internet:p)

-nyari penghasilan tambahan

-yang lainnya, urus kartu keluarga (belum diurus, sejak menikah, masih belum punya KK nih)

-lagi pertimbangkan untuk pasang jok mobil kulit, pasang hidrolis pintu kamar, dan beli emergency lamp (mahal2:D)

-naikin gaji pembantu (minta dibantuin cuci pakaian baby)

kurang lebih itu de, persiapannya..dan tetap tenang, Tuhan itu selalu hadir..jujur, kadang ngeri juga ngomong soal bagi waktu/perhatiannya, mendidiknya, finansial keluarga, tapi..apa kekuatiran memberi nilai tambah? hm…diubah aja biar ada nilai tambahnya, kami sedang menikmati penyertaan Tuhan:) 

Bookmark and Share

Tour de mall (jawaban atas kenapa aku suka belanja sendirian dan kenapa suamiku dak suka menemaniku belanja?)

April 1st, 2008 by arelbabe

Aku suka jalan-jalan sendiri di mall. Jalan-jalan aja. Sendiri di keramaian. Kalo harus beli-beli, dak sukanya bawa-bawa belanjaan sendiri.

Kemaren aku jalan-jalan sendiri. Suami titip belikan kado untuk teman, belikan camilan.

Jadi tujuanku yang paling utama adalah kado itu. Karena yang lainnya bisa beli di supermarket dekat rumah.

Masuk dari pintu utama, ada toko roti enak. Suamiku suka roti pisang-coklatnya, jadi aku beli. Aku juga beli roti keju untukku (menambah kalsium:D ukuran roti ini besar, jadi bisa bagi sama penghuni rumah lain). Tapi aku juga melihat-lihat roti lainnya, ada roti barukah? menimbang-nimbang, apa aku beli cake banana ini ya, rasanya lezat, akh tapi mahal untuk size segini, aku bahkan menengok apa yang ada di nampan orang lain, apa saja roti yang mereka beli, hihihi. Abis itu antri bayar. E, ada yang nyelonong..pas dia noleh ke aku, aku bilang "antrinya sebelah sini" hahaha, mungkin karena aku memelas, lagi hamil tua, jadi akhirnya dia antri di belakangku. Aku merasa dihargai. Aku merasa dak banyak lagi orang peduli soal menghargai orang lain, syukurlah kali ini direspon baik. Ada satu kejadian lagi di toko roti, aku sampek speechless, ada customer, sudah beli, sudah bayar, keluar dari antrian, lalu nambah satu roti lagi, pas bayar, e, dia langsung nyelonong ke kasirnya, aku sampai speechless..dan lebih speechless lagi, kasirnya melayani dia duluan..o..la..la..

Next, cari kado (kami sepakat belikan sandal) jadi cari di toko sport, akh..mahal juga ya, akhirnya aku telepon d, "budget berapa?" dan aku sebutkan beberapa pilihan harga. Aku pilih salah satu yang menurutku harga dan kualitas proporsional, kalo lagi hamil gini, aku lebih dak choosy, hehehe, itu saja, aku hampir setengah jam di counter itu, memastikan kalo aku sudah melihat semua dan aku beli barang yang paling pas. Mission one, completed.

Selesai, aku cari camilan pesanan suami, kupikir lebih baik sekalian cari di mall, daripada mampir supermarket dekat rumah, sebenere kalo di mall gini, harga lebih mahal, akh..karena lagi hamil, aku lumayan dak choosy. Apa yang kulakukan di supermarket? aku mengitari semua lorongnya, melihat apa saja yang dijual, beli camilan, o…iya, beli cotton bud, di rumah lagi habis, o..iya, belum ada bahan masakan malam ini, chiken wings ini keliatannya enak, seingatku suamiku suka kalo di resto pizza, dia suka pesan..aku liat sabun-sabun, wah, botolnya lucu, ada produk apalagi, o, produk bayi, apa aku sudah beli semua untuk baby-ku ya, apa sudah beli lotion ya? (padahal waktu beli-beli untuk baby, aku sudah memastikan semua sudah terbeli) tapi liat gini, aku suka, tertarik..lorong sebelah, ada susu bayi, apa beli disini ya? untung alarmku berbunyi "o, iya, disini khan mahal", aku tertarik beli karena di toko lain, produk susu bayi dak di display (karena kuatir kecolongan kali, susu bayi mahal), ini aku bisa membaca, memegangnya, membandingkannya, okay, aku lewati lorong itu, hm..wah, ada produk jepang, alat-alat yang unik, ada termos, aku belum beli termos untuk baby nanti (benere temanku sudah kasih saran beli merk "x", harganya dak terlalu mahal tapi awet) tapi ini lucu, warnanya, packagingnya, gimana ya..akh..alarm berbunyi lagi "kapan itu mertua bilang, ada produk yang bagus, termos listrik, bisa masak dari kamar, kamu jadi tidak bolak-balik ke dapur, apa ini bukan pilihan lebih okay?" lihat-lihat, wah, produk jepang benar-benar kreatif, ada box dari spundbond, countener-countener kecil untuk alat make up (jelas-jelas aku dak bermake up) tapi warnanya bagus-bagus, bentuknya juga..okay, keluar dari sana, aku bayar, sekali lagi ada yang nyelonong waktu antri bayar, sekali lagi aku bilang, "mas, antri.." thanks God, responnya baik, mas itu bilang, mbak ini duluan…hihihi, senang aku bertemu orang yang berespon baik.mission ’seharusnya’ totally completed.

aku menuju pintu keluar..

ou, baju di dekat pintu keluar itu cute-cute. Aku berencana foto nanti pas hamil 9 bulan, aku berencana beli baju yang benar-benar kelihatan perutnya, jadi bukan foto nude..hakakaka, benere mau foto gaya kok sama suami…mama yang genit:">

coba, wahh, ketahan di perut..coba lagi, muat sih, cuman sekarang masih 7.5 bulan, apa mungkin ada penambahan besar perut yang signifikan ya, ah, nanti de, 9 bulan baru cari (emang harusnya begitu) akh, aku tergoda, abis bajunya cute-cute dan lagi sale 50%. Aku tahu belum waktunya beli saat ini, aku keluar dari toko, tersenyum sama penjaganya, mungkin dia nangkap arti senyumku, bajunya dak muat, sebenarnya senyumku adalah senyum malu, karena aku tergoda beli baju lebih cepat dari waktu yang aku planning.

Keluar dari mall, aku menuju counter ATM, mau bayar utang pulsa, sekalian de, mumpung keluar rumah. jadi bawaanku sudah tiga kantung, inilah dak enaknya jalan-jalan sendiri di mall, pake beli-beli..ugh..dimana lagi nomer rekening temanku yang harus kutransfer bayar pulsa, akh, coba bayar listrik, bayar telepon sekalian, yah..dua-duanya masih belum jatuh tempo, ingatlah aku bahwa tagihanku baru nanti tanggal 20an, akh, bayar pulsa ke temanku nanti saja de, sekalian.

dan aku pun menuju parkir.

Jadi, sudah tahu kenapa aku lebih suka ke mall sendirian? kenapa suamiku dak suka menemaniku belanja?

hehehe.

Wanita itu muter-muter, menghubung-hubungkan, banyak pertimbangan, suka lihat-lihat..pria itu to the point.

Jadi, aku dak keberatan pergi sendiri dan suamiku senang sekali kalo nitip aku, karena aku pasti melakukannya dengan senang.

Tantanganku adalah, godaannya besar lho, untuk tidak memenuhi semua keinginan mata…wanita, hati-hati kalo belanja, beda tipis antara butuh dan ingin!

Tapi, kita boleh melakukannya; jalan-jalan sendiri di mall, belanja kebutuhan..ini adalah salah satu bentuk refreshing yang murah..asal..kamu bisa mengendalikan matamu.

God bless you.

Bookmark and Share

Yusuf dan Maria

February 22nd, 2008 by arelbabe

Ini cerita soal kehamilan maria, kelahiran Yesus dan proses yusuf menjadi seorang ayah

Cerita dalam kitab lukas ini sudah kita baca berkali-kali. Mungkin kamu tidak sama denganku, buatku, dalam masa kehamilan anak pertamaku ini, aku baru dimampukan mencerna cerita ini. Kalau kamu sama denganku, aku berharap apa yang aku bagikan ini membantumu mencerna cerita ini dan memberimu inspirasi!

Sebenarnya apa yang sedang terjadi seputar kelahiran Yesus?

Yang pertama, ini bukan sekedar drama natal, yusuf dan maria menempuh perjalanan jauh dari nasaret ke betlehem..maria sedang hamil tua..sekarang aku mengerti apa artinya hamil tua, itu artinya, sewaktu-waktu maria bisa melahirkan, itu artinya kalo seorang wanita sedang bekerja, dia akan mengambil cuti melahirkan lebih awal karena bekerja full time mungkin terlalu lelah baginya, itu artinya perutnya sudah besar dan berat, mungkin kakinya membengkak karena tambahan beban, itu artinya kalo naik pesawat terbang, wanita itu akan diberi pernyataan resiko tanggung sendiri, itu artinya kalo naik mobil dan menempuh jalan tol sekalipun, punggung akan terasa sakit, itu artinya kalo yusuf dan maria naik keledai, tanpa sandaran dan mungkin kamu setuju kalo jalan yang ditempuh bukannya jalan tol yang mulus dan itu artinya goncangan kuat akan membuat maria semakin merasakan ketidak-nyamanan dan yusuf merasa kuatir keselamatan isteri dan anak yang sedang dikandung.

Kedua, mencari penginapan dan semua penginapan penuh dan diberikan tempat di kandang binatang…ugh, hal yang paling menjengkelkan seorang wanita hamil adalah bau yang tidak sedap, bagaimana kita bisa memikirkan bau yang lebih baik dari sebuah kandang selain bau kotorannya dan bahkan binatang itu sendiri tentu tidak memiliki bau yang menyenangkan bukan? Dan bagaimana kita bisa menerima penolakan berkali-kali setelah menempuh perjalanan jauh, bagaimana perasaan putus asa dan mungkin timbul rasa jengkel..dalam masa kehamilanku, aku hanya sekali keluar kota, sudah hampir 6 bulan usia kehamilanku waktu itu, kami sudah dapat penginapan, saat mencari makan malam (kota ini asing bagi kami dan tanpa guide), kami nyasar, 12 km di hutan, tanpa lampu sama sekali, tanpa papan petunjuk, hanya pohon berderet, suamiku hanya memikirkan keselamatan isteri, anak, mertua dan ipar, kami semua diam dan berdoa..bagaimana mungkin yusuf tidak mengkuatirkan isteri dan anaknya, dibawa menginap di kandang, bukan sebuah tempat yang aman dan nyaman.

Ketiga, maria melahirkan sendiri..kemarin seorang customer menunjukan padaku proses melahirkan normal, di video itu ada dokter dan kurang lebih 3 orang suster membantu proses melahirkan, dan sepengetahuanku, suami dan mama wanita yang melahirkan biasanya diijinkan masuk menemani proses melahirkan. Melahirkan sendirian, yusuf tentu bukan seorang dokter kandungan, kita semua tahu dia seorang tukang kayu, jadi satu-satunya teman buat maria adalah suami yang biasanya dalam proses melahirkan adalah penonton dan pemberi support, bukan seorang tenaga medis yang ahli.

Keempat, membaringkan anak di palungan (tempat makan ternak) dan tidur diatas jerami. Aku mendengar mamaku bercerita, seorang kenalannya tidak mau memakai perlengkapan bayi milik saudaranya yang anaknya sudah besar, wow betapa besar proud (boleh dibaca : sombong:D) wanita itu…membaringkan anak di palungan dan seorang wanita yang baru melahirkan tidur di atas jerami, ini bukan sekedar kemewahan yang berkurang, keinginan untuk menyediakan tentu timbul dalam hati yusuf dan maria dan untuk menidurkan anak dalam palungan tentu bukan yang ingin diberikan untuk anak yang dikasihi.

Tetapi ada kemewahan dalam cerita ini, malaikat-malaikat Tuhan yang suaranya indah itu mengadakan konser untuk menyambut kelahiran Yesus, ah….mungkin kita terpikir saja tidak, kita menyambut kelahiran seorang anak dengan sebuah konser live..benar-benar sebuah kemewahan. Malaikat-malaikat tentu sadar benar siapa Yesus yang lahir ke dunia, mungkin di dunia, maria dan yusuf dalam kesederhanaannya dan segala miliknya sudah diberikan tidak mampu memberikan kemewahan, tetapi Allah di surga dan semua malaikat menyadari status keilahian Yesus dan mengantarNya dalam persiapan yang luar biasa, aku membayangkan latihan-latihan yang dilakukan malaikat, keinginan untuk tampil perfect dalam konser ini, mungkin mereka melakukan gladi resik berkali-kali, sebuah konser yang indah mengantarkan Yesus menjadi Anak Manusia sederhana.

Luar biasa! Bersama Yesus, apa yang dialami yusuf dan maria tidak membuat mereka bertengkar, mereka berhasil membawa pernikahan mereka melewati waktu susah dan waktu miskin..kehadiran anak di masa sulit tidak membuat mereka kehilangan sukacita, sebaliknya keberanian melakoni hidup membawa kedekatan kepada Tuhan.

Bookmark and Share

mungkin berguna untukmu juga:)

December 27th, 2007 by arelbabe

hampir tahun baru nih..

sebagai wanita, sebagian besar tulisanku aku tulis adalah hasil explore-ku dalam keberadaanku sebagai wanita. aku tertarik membagikan apa yang aku temui dalam segala usahaku membangun relasi yang baik sebagai seorang wanita..sekali lagi, mungkin berguna untukmu juga:)

some friends will agree that i am a serious woman, some may be not..tulisanku ini, dimulai dengan pengakuan, aku setuju, aku seorang wanita yang serius, kalimat lainnya mungkin wanita yang kaku..an unflexible woman..hakaka..but, i want you read a little bit more..apa yang sudah aku temui dalam pelajaran kehidupanku…mungkin berguna untukmu juga:)

spesifik, relasi manusia, kita spesifik-kan lagi relasi pria dan wanita, spesifik lagi, relasi kekasih, suami-isteri..dan bagian yang kupikir paling sulit dan menjadi beban dalam kehidupan wanita adalah bila relasinya dengan kekasihnya tidak sedang dalam keadaan baik, ada konflik dalam relasi. BAGAIMANA AKU BISA KELUAR DARI KONFLIK?BAGAIMANA KEADAAN BISA PULIH? dengan berbagai cara pengungkapan, sebenarnya wanita menginginkan jawaban atas pertanyaan ini!

sama:) aku pacaran 12 tahun, menikah hampir 5 bulan, adalah mustahil menjalani relasi tanpa konflik. dan ini kebenaran pertama : konflik adalah wajar..hidup ini tidak berakhir dengan adanya konflik dalam hidup. yang kedua : sebaliknya bila kita tidak menyelesaikan konflik, kita sedang membangun GUNUNG MASALAH dengan tangan kita sendiri.

dua hal diatas aku setuju. tetapi, ada poin ke-3 yang selama ini, 12,5 tahun, masa yang panjang untukku belajar, dan sekarang aku baru ‘ngeh’ even tetap perlu dijalankan dengan penuh kesungguhan untuk membangun relasi yang baik, poin ke-3 adalah, bagaimana konflik itu mau diselesaikan? keinginan menyelesaikan konflik adalah hal yang baik, tetapi kemampuan menyelesaikan konflik adalah hal yang bijaksana dan menghasilkan relasi yang kuat.

kembali ke pernyataan awal, aku seorang wanita yang serius, yang aku inginkan dalam menyelesaikan konflik ini adalah, kami membahas A-Z apa yang terjadi dengan serius, maksudku, tidak masalah dengan berdebat, hakaka, tentu karena aku punya argumen dan jalan keluar bisa didapat setelah debat itu, aku yakin!

selalu ada bagian dalam diri kita, yang bernama "cara kita" yang kita pakai dalam relasi, termasuk dalam menyelesaikan konflik, dan malangnya, seringkali kita berhubungan dengan orang yang "berbeda cara" dengan kita.

dan pengenalan yang baik akan pasangan akan menghasilkan kemampuan menyelesaikan konflik..aku mulai menangkap perbedaan "cara" ini, pelan-pelang, mulai dari tidak tahu menjadi tahu, mulai dari menangkap menjadi mengkonfirmasi dengan bertanya, mulai dari mencoba menjadi berusaha menggunakan cara yang efektif yang dia mengerti sebagai cara menyelesaikan konflik, dan itu tentu saja bukan "caraku", dan juga jangan kuatir diri kita menjadi korban..itu juga bukan "cara dia" itu cara Tuhan:)

yang aku pelajari dari suamiku adalah, dia bukan tipe yang sama denganku, suamiku yang damai tidak suka berdebat, dia hanya ingin: SOLUSI (biasanya kuanggap sebagai mengecil-ngecilkan masalah nih)

dan aku belajar, mengatakan dengan "ringan" (menurutku), maksudku begini daripada mengatakan : aku merasa kamu telah menyakiti hatiku dengan mengantarkan aku terlambat ke kantor, kamu tahu aku dak suka kalo datang terlambat, lagian kamu tahu bahwa aku orang baru di kantor, dak bagus kalo datang terlambat, coba kalo kamu tidak tidur semalam itu, pasti kamu bisa bangun lebih pagi…dan sederet rentetan argumen, yang sebenarnya apa sih yang mau disampaikan? kok mulai ngatur-ngatur, mulai jalar ke macem-macem hal lain, yang sekarang aku katakan adalah : "bencekno, aku telat!" otomatis, dia akan say sorry, aneh bin ajaib! sebaliknya pernyataanku yang pertama justru membuatnya diam seribu bahasa, alias gantian dia yang marah padaku. pernyataan keduaku bisa diikuti dengan kalimat ini : "sebagai ganti, traktir aku es krim!" (tuh khan, buntut-buntutnya aku untung)

mungkin kalian adalah pasangan dengan tipe yang tidak sama persis seperti kami. kamu, lebih tahu bagaimana pasanganmu jauh lebih baik dariku, BUT, kalo kamu tidak pernah belajar mengenalnya dengan baik, kamu tidak akan pernah berhasil membangun hubungan yang kuat! dalam hal ini aku tahu pasti:) dan kalo kamu tidak berusaha dalam setiap kondisi memilih menyelesaikan konflik dengan baik, kamu tidak akan pernah punya relasi yang baik, yang sebenarnya menjadi impianmu:)

mungkin apa yang aku bagikan, berguna untukmu juga:)

ya, aku setuju, sebagian orang mungkin sudah berubah pikiran, i am not an unflexible woman as before..Thank to God, He is my MASTER.

note : karakter dibangun dari kebiasaan yang baik, kebiasaan yang baik dihasilkan dari pilihan yang baik, pilihan yang baik harus dimulai dengan ketaatan pada nilai yang baik, BIBLE is full with great values of life, and obeying God is the best way to gain the character He expect from us.

Bookmark and Share

bersih…bersih

November 18th, 2007 by arelbabe

kemaren aku bersih-bersih..

yang aku lakukan adalah, mengumpulkan semua bacaan "sekedar hiburan" yang sedang kubaca: donald duck,malory tower seri 1-6,monica..

nothing harmfull with the books, no porn, no horror, BUT it spend my precious time..

jujur, aku sering melakukan ini, memaksa diriku meringkus semua buku-buku "sekedar hiburan" dan menyimpannya baik-baik, dengan label "hanya untuk liburan"

ayo kembali baca alkitab! ayo baca buku-buku yang lebih berbobot..

aku memilih "power of love and marriage (salah satu kado teman pas merit)..buku yang berbobot, alias tebal dan berat..hahaha, ayo bersih-bersih!

Bookmark and Share

the growing..

November 18th, 2007 by arelbabe

Pertumbuhan nyata dari moment ke moment..teruslah bertumbuh

Aku pernah cerita, keponakanku suka sekali diajak keliling-keliling naik mobil…bahkan dia akan ikut sekalipun yang diikuti orang yang baru dikenal, asal membawa kunci mobil dan siap-siap pergi…tipe yang mudah diculik, hehehe.

But, a child always grows..

Dulu, kalo aku mau pulang, cuman sekedar mengajaknya masuk mobil, maju sedikit, muter di depan rumah yang gangnya lebih lebar, balik ke rumah tien2 (keponakanku) beres, dia akan mau turun dan merasa puas.

But, she is growing now..

Pas nyampek depan rumahnya, tien2 menolak untuk turun, hehehe, tahu dia sekarang kalo ini perjalanan yang terlalu singkat. Tapii, susternya tahu rahasia lain, “tenang..tenang..ada pancingan”, suster membawa sebungkus kecil snack dan memberikannya pada tien2, dia menerimanya dengan senang dan bersedia ikut suster..hahahaha…

Aku belajar, pertumbuhan membutuhkan waktu, membutuhkan tahapan, dan biasanya ada detil2 kecil yang belum kita kuasai, moment by moment  shows the growing..

Bookmark and Share

kepolosan:)

October 29th, 2007 by arelbabe

kemaren aku ke rumah sepupuku, mereka pada gak ada di rumah, lagi berenang. Aku emang cuman pengen ketemu engkongku yang lagi berobat dan sementara tinggal di rumah sepupuku ini.

setelah makan siang romantis (berdua doank) sama engkong, engkongku istirahat, aku juga istirahat, hehehe, jadi aku kayak nenek-nenek. Di kamar sepupuku ada dua kotak celengan yang dibuat sendiri dari kertas.

celengan pertama tulisannya "aku mau menabung untuk pembangunan gereja", celengan kedua lebih tulisannya dramatic "aku mau mengutamakan pekerjaan Tuhan"

hehehe, minggu sebelumnya, kedua anak itu mencari sumbangan dari sodara-sodara yang mengunjungi engkong, "sumbang..sumbang" minggu ini aku inceng dari bolongan sempit itu…uih, udah lumayan banyak lho, sesak, may be seminggu ini mereka ngurangi jajan, wah kalo mereka melakukan itu, four tumbs up deh, sepupuku yang masih SD-SD ini doyan ngemil, makan - mereka gendut-gendut, jadi pengorbanannya luar biasa kalo sampek celengan untuk gerejanya penuh sesak begitu, jangan-jangan mereka agak kurusan kalo aku ketemu mereka minggu depan…ah, semoga!

mereka beribadah di sebuah gereja yang masih belum punya gedung sendiri, sekarang lagi mengumpulkan dana untuk pembangunan, dan inilah yang mereka lakukan, "sumbang…sumbang"

sekarang aku mengerti ‘kepolosan’ adalah salah satu power kuat yang bisa menggerakan kita melakukan pekerjaan Tuhan..coba kalo aku, "ah..kebutuhanku banyak..Tuhan pasti mengerti"

dua anak SD itu telah mengajarkan arti kepolosan padaku.

Bookmark and Share